Unik, Ada Komunitas Pembasmi Tikus di Sragen, Petani Bisa Meminta Tolong Secara Gratis!

Unik, Ada Komunitas Pembasmi Tikus di Sragen, Petani Bisa Meminta Tolong Secara Gratis!
Bebeapa personil Hunter X Hunter yang akan melaksanakan perburuan terhadap hama tikus di sawah para petani. (Foto.JIS)

JATENG, SRAGEN- Warga Sragen perlu menyambut hangat munculnya komunitas yang bernama Hunter X Hunter, komunitas ini lahir atas dasar rasa keprihatinan terhadap serangan hama tikus yang menyerang tanaman petani. Selain itu, maraknya petani yang meninggal akibat tersengat aliran listrik yang dibuat sebagai jebakan tikus yang dipasang oleh petani itu sendiri. Selasa (17/11/2020).

Hunter X Hunter berdiri pada Tahun 2017, Komunitas ini beranggotakan sekitar 35 personil yang mahir dalam menembak tikus dengan menggunakan senapan angin.

Perburuan dalam waktu semalam 1000-3500 ekor tikus dapat dimusnahkan, sangat membantu mengurangi populasi hama tikus yang meresahkan petani.

Prayitno Wibowo Humas Hunter X Hunter menyampaikan bahwa komunitas ini bergerak secara sosial dan suka rela, setiap diminta untuk membasmi tikus di sawah petani pihaknya tidak meminta upah sepeserpun.

"Salah satu tujuan kami juga sebagai penyalur hobi menembak, maka dari itu kami arahkan hobi kami ini ke misi sosial yang berguna bagi warga masyarakat yakni menembak tikus di sawah, " paparnya.

Wibowo mengharapkan kepada warga atau petani jika ingin sawahnya dibersihkan dari hama tikus agar jangan segan-segan untuk menghubungi komunitasnya di nomor telepon tindakan cepat 0812-2910-9660 atau mendatangi kantor sekretariat di BPP Panti Mertani yang beralamat di Jalan Raya Masaran-Plupuh Km.1, Tegalrejo, Masaran, Sragen.


"Silahkan petani menghubungi kami, kami dengan senang hati akan membantu. Jika ada permintaan masuk kami langsung lakukan survei lokasi kemudian mengurus ijin ke kelompok tani dan pihak Kepolisian, kemudian kita eksekusi, " terangnya.

Wibowo menambahkan masa efektif untuk eksekusi penembakan tikus di sawah ialah pada masa tanaman berumur kurang dari 20 hari.

Pihaknya juga menghimbau kepada petani khususnya untuk mengurangi pemasangan listrik sebagai jebakan tikus. Jebakan tikus menggunakan listrik justru bisa membahayakan keselamatan petani itu sendiri. Lebih baik menggunakan cara yang efektif dan lebih mengedepankan keamanan maupun keselamatan. Jangan sampai kasus petani tersengat aliran listrik jebakan tikus di Sragen kembali terjadi. Pungkasnya. (Sugiyanto)

Kabupaten Sragen
Sugiyanto

Sugiyanto

Previous Article

Kisah Haru Ngadiman Warga Sragen Jalan Kaki...

Next Article

Kodim Sragen Bantu Burung Hantu Tyto Alba...

Related Posts

Peringkat

Profle

Satria Ferry Sonarya verified

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 36

Postingan Tahun ini: 492

Registered: Sep 22, 2020

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 31

Postingan Tahun ini: 136

Registered: Feb 19, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 22

Postingan Tahun ini: 227

Registered: Sep 22, 2020

Edward Banjarnahor

Edward Banjarnahor

Postingan Bulan ini: 15

Postingan Tahun ini: 127

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Suhardi

Gelar Aksi Demo di PLTA, Meski Tidak Diakui Oleh Depati 4 Alam Kerinci, Ujung Kerajaan Pagaruyung Ngotot Campur Urusan Adat 
PLN Rayon Timur Palangka Raya Putus Jaringan Listrik Warga Seperti Debt Collector
Cuaca Ekstrim, BPBD Luwu Timur Himbau Warga Waspada
Simpang Tiga Sentot Kembali Ditutup
banner

Follow Us

Recommended Posts

Tony Rosyid: Mengapa Presiden Cabut Perpres Miras?
Kodim Sragen Buka TMMD Sengkuyung Tahap I  di Tahun 2021
Kodim Sragen Gelar Karya Bhakti Bronjongisasi
Mabes Polri Resmi Luncurkan Polisi Virtual
Ibu Riana Dorong UMKM Ciptakan Produk Kerajinan Berdaya Saing dan Marketable di Pasaran